Beberapa
tahun belakangan ini, Alhamdulillah masjid masjid terlihat lebih ramai dipadati
oleh jamaah. Mereka hadir bukan hanya untuk sholat lima waktu, tapi untuk menghadiri
majelis-majelis ilmu yang di adakan oleh DKM. Fenomena ini tersebar di banyak
daerah jabodetabek dan beberapa daerah lain. Jamaah yang manghadiri majelis ilmu
memiliki rentang usia dan latar belakang yang berbeda beda.Ada dari teman teman
mahasiswa, para pekerja kantor, juga dari kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu yang
sudah pensiun.
Melihat
dari latar belakang yang berbeda, terkadang kita sebagai orang awam dalam dunia
ilmu agama, masih bingung menentukan majelis mana saja yang sebaiknya kita
datangi. Mengingat hampir di setiap masjid memiliki jadwal kajian dengan
pemateri yang mumpuni di bidangnya. Majelis majelis ilmu yang membahas tema
tematik biasanya lebih ramai jika dibandingkan dengan majelis ilmu yang
membahas kitab kitab para ulama klasik. Karena, waktu majelis ilmu tematik yang
biasanya di adakan pada weekend dengan tema tema yang ringan.
Setelah
memperhatikan fenomena yang ada, sebagai muslim dan muslimah tentu kita ingin mendapatkan manfaat ilmu secara tepat
untuk memperbaiki kualitas pribadi masing-masing, karena itu jangan salah melangkah
dalam proses belajar ilmu agama. Allah ta’ala telah menetapkan proses tersebut, untuk
medapatkan manfaat yang maksimal ketika menghadiri majelis-majelis ilmu. Allah ta’ala
berfirman dalam surat ali imron ayat 79
وَلَٰكِن كُونُوا۟ رَبَّٰنِيِّۦنَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ ٱلْكِتَٰبَ
وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ
Artinya:Hendaklah
kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan
disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
Ibnu
Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan makna rabbani pada ayat ini ‘mereka
adalah orang-orang yang mengajarkan dan belajar ilmu secara bertahap, mulai dari
perkara-perkara yang basic dilanjutkan dengan perkara yang di atasnya dan
begitu seterusnya.’Perkara basic yang di maksud adalah perkara iman dan tauhid
yang menjadi inti di utusnya nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Berdasarkan
tafsir Ibnu Abbas ini, tampak jelas kepada kita perkara apa saja yang harus kita
prioritaskan dan kita jadikan acuan ketika kita hendak menghadiri majelis ilmu.
Rasulullah
salallahu alaihi wasallam bersabda kepada sahabatnya yang beliau utus untuk
mengajarkan ilm.
إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا
إله إلا الله ـ وفي رواية: إلى أن يوحدوا الله ـ فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن
الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك: فأعلمهم أن الله
افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك
وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب
“Sesungguhnya
kamu akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka kepada
persaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah –dalam
riwayat lain: kepada tauhidullah-. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut,
maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka
shalat lima waktu pada setiap siang dan malam. Jika mereka mentaatimu untuk hal
tersebut maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada
mereka sedekah yang diambil dari orang kaya mereka lalu dibagikan kepada
orang-orang fakir di antara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut
maka kamu jauhilah harta mulia mereka. Takutlah kamu terhadap doa orang yang
terzhalimi, karena tidak ada penghalang antara dia dan Allah” (H.R Bukhari 1395
dan Muslim 19)
Dalam
hadits ini terdapat tahapan dalam berdakwah dan mempelajari ilmu, yakni dari yang
paling penting kemudian di lanjutkan perkara penting yang di bawahnya.
Kaidah
yang sering di sebutkan oleh para ulama
( من لم يطقن ألأصول, حرم الوصول
)
“Barangsiapa
yang tidak menguasai materi-materi ushul (pokok/dasar), dia tidak akan
memperoleh hasil”
Para
ulama juga sering mengingatkan :
(من رام العلم جملة, ذهب عنه جملة
)
“Barangsiapa
yang mempelajari ilmu langsung sekaligus dalam jumlah yang banyak, akan banyak
pula ilmu yang hilang” [Dinukil dari Hilyatu tholibil ‘ilmi, Syaikh Bakr
bin Abdillah Abu Zaid hafidzahullah]
Imam
Asy Sya’bi rahimahullah mengatakan “barangsiapa yang mengambil ilmu
sekaligus dalam waktu yang singkat, maka akan hilang dalam waktu yang singkat
pula.” Beliau juga mengatakan “ilmu hanya bisa di pelajari dengan berjalannya
malam dan siang.”
Setelah
kita memahami proses yang benar dalam menuntut ilmu, sudah selayaknya kita mencoba
mengamalkan dalam keseharian kita. Dengan cara kita mencari majelis majelis ilmu
yang membahas tema iman dan tauhid dengan referensi kitab kitab para ulama klasik. Bertekad
mewajibkan diri untuk selalu hadir dalam majelis tersebut bagaimanapun
kondisinya. Karena kitab kitab para ulama klasik memiliki karakter luas dalam
penjelasan, meskipun kitab yang mereka tulis sangat singkat namun butuh waktu
yang panjang untuk menyelesaikannnya.
Wa shalallahu ‘alla nabiyyina muhammad
Simak
selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/7053-bertahap-dalam-belajar-islam.html
https://m.facebook.com/muhammadnuzuldzikri/photos/a.141277199853499/147056169275602/?type=3&source=57&__tn__=EH-R

MasyaaAllah, semoga Allah berikan keistiqamahan dalam menuntut ilmu syari...
BalasHapusHai kak Tika, ini tulisan 'rewrite' kah atau original dari pemikiran kk sendiri?
BalasHapusSecara isi, tulisannya menarik, membuat yg membaca ingin tahu lebih banyak yg sebenarnya.
Kalau tulisan keseluruhan cukup mudah utk dimengerti.
Saran dr sy, tulisan religius memang harus lebih berhati-hati ketika menerangkan ttg dalil. Mungkin lebih aman ketika kita menghubungkannya (dalil yg kita maksud) dgn pengalaman pribadi saja.
Tetap semangat menebar kebenaran ya, kak Tika!
terimakasih banyak sarannya, jazaakillah khoiron.
Hapusidenya dari pengalaman sendiri kak. banyak yang kurang tepat kah?
boleh di sampaikan kurang tepatnya. lagi belajatr menulis artikel pendek. mohon bimbingannya.
untuk memahami ilmu agama yang lainnya, perlu di pahami dulu fondasi dasar utamanya ya kak, ketauhidan dan keimanan, biar ga salah arah nantinya :)
BalasHapusbaik ibu, terimaksih masukannya.
HapusTyponya ada, tapi ga bikin bingung. Berkarya terus ya. 👍
BalasHapusinsyaAllah. terimaksih koreksinya
Hapus